Irwanto: Bagan Jawa Harus Dibangun dengan Musyawarah, Kebersamaan, dan Rasa Memiliki

BAGANSIAPIAPI - Calon Penghulu Bagan Jawa nomor urut 03, Irwanto, menyatakan kesiapannya untuk membawa Kepenghuluan Bagan Jawa tumbuh melalui musyawarah, kebersamaan, dan rasa memiliki, sebagai landasan dalam menjalankan pemerintahan apabila dipercaya masyarakat memimpin selama delapan tahun ke depan.

Irwanto memandang, pembangunan desa tidak cukup hanya diukur dari pembangunan fisik dan banyaknya program yang dijalankan. Pembangunan sejatinya harus dimulai dari masyarakatnya, menumbuhkan kesadaran, merawat kebersamaan, dan menghadirkan rasa memiliki bahwa Bagan Jawa adalah milik serta tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.

Ia menilai, setiap persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat tidak semestinya diputuskan secara sepihak. Setiap suara harus memiliki ruang untuk didengar dan setiap persoalan harus memiliki tempat untuk dibicarakan bersama.

"Sebagaimana yang telah saya sampaikan sebelumnya, pertama dalam menjalankan roda pemerintahan di Kepenghuluan Bagan Jawa nanti, kalau saya seandainya terpilih sebagai Penghulu, saya akan mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan, apa pun bentuk persoalan-persoalan di Bagan Jawa,” ujar Irwanto usai membentuk Tim Sukses Pemenangan di kediamannya di Jalan Makmur, Senin (28/9/2026) malam.

Menurutnya, musyawarah bukan sekadar cara mengambil keputusan, tetapi menjadi jalan untuk menjaga kebersamaan dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan desa.

"Ke depan saya minta kebersamaan. Persoalan-persoalan lain akan kita bahas di dalam musyawarah desa," katanya.

Membangun Desa Dimulai dari Membangun Masyarakatnya

Irwanto menilai, ada hal yang lebih mendasar yang perlu dibangun sebelum berbicara lebih jauh mengenai pembangunan Bagan Jawa, yakni mental masyarakat dan rasa memiliki terhadap desa.

"Sejauh ini kita melihat Bagan Jawa yang perlu kita benahi adalah pertama mentalnya dulu, mental manusianya yang pertama kita benahi," ujarnya.

Menurut dia, ketika masyarakat telah memiliki rasa memiliki terhadap desanya, maka pembangunan tidak lagi menjadi tanggung jawab pemerintah semata. Masyarakat akan ikut menjaga, mendukung, dan mengambil bagian dalam setiap proses kemajuan desa.

"Sehingga nanti dia merasa memiliki desa kita. Harus ada rasa memiliki desa kita. Apabila sudah merasa memiliki desa kita, otomatis nanti semua program itu terlaksana dengan sukses," tuturnya.

Dalam pandangan Irwanto, rasa memiliki merupakan kekuatan yang dapat menyatukan masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan dan mewujudkan pembangunan.

Sebab, desa yang maju bukan hanya desa yang memiliki pembangunan yang terlihat secara fisik, tetapi juga desa yang masyarakatnya merasa dihargai, dilibatkan, dan memiliki kepedulian terhadap masa depan kampungnya.

Ia mengakui, secara umum kondisi Bagan Jawa sudah berjalan baik. Namun, masih terdapat ruang yang menurutnya perlu diperbaiki, terutama dalam hal keterlibatan masyarakat dalam membicarakan berbagai persoalan yang menyangkut kepentingan desa.

“Kalau penilaian kita untuk Desa Bagan Jawa sebenarnya baik-baik saja. Mungkin ada persoalan lain, itu mungkin karena merasa tidak diajak untuk membahas permasalahan desa,” katanya.

Karena itu, apabila mendapat amanah, Irwanto ingin membangun pemerintahan yang membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat, menyampaikan persoalan, dan ikut menentukan arah pembangunan.

"Insya Allah ke depan kalau saya diberi amanah, saya optimis dan mengajak masyarakat Desa Bagan Jawa ini dengan sebaik mungkin berdasarkan mufakat dan musyawarah,” tegasnya.

Bagan Jawa adalah Rumah Bersama

Menurut Irwanto, Bagan Jawa bukan sekadar wilayah administratif. Di dalamnya ada masyarakat, keluarga, harapan, dan masa depan yang harus dijaga bersama.

Atas dasar itu, ia ingin pembangunan tidak berhenti pada program dan pembangunan fisik, tetapi juga menghadirkan rasa kebersamaan di tengah masyarakat.

Setiap persoalan, menurutnya, harus dicari jalan keluarnya bersama. Setiap gagasan harus diberi ruang. Dan setiap masyarakat harus merasa bahwa dirinya memiliki tempat dalam perjalanan Bagan Jawa ke depan.

Ia percaya, ketika masyarakat sudah merasa memiliki desanya, maka akan tumbuh kepedulian untuk menjaga apa yang telah dibangun dan semangat untuk mewujudkan sesuatu yang lebih baik.

“Kalau masyarakat merasa memiliki desanya, insya Allah apa pun program yang kita jalankan akan lebih mudah untuk kita wujudkan bersama," kata calon penghulu Bagan Jawa nomor urut 03 tersebut.

Ia menilai, masa depan Bagan Jawa bukan semata-mata tentang siapa yang memimpin, melainkan tentang bagaimana seluruh masyarakat bersedia berjalan dan membangun bersama. 

"Sebab, pembangunan yang kuat tidak hanya lahir dari anggaran dan program, tetapi juga tumbuh dari musyawarah, kebersamaan, serta rasa memiliki terhadap kampung halaman," pungkas Irwanto. (red) 

Lebih baru Lebih lama
Lintasnuansariau.com

نموذج الاتصال